Notice: Undefined variable: data in /home/pemkab/public_html/count.php on line 16
Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah
Luas Wilayah :

Kabupaten Lampung Tengah merupakan salah satu kabupatten yang berada Provinsi Lampung. Ibukota dari Kabupaten Lampung Tengah adalah Sugih. Kabupaten Lampung Tengah meliputi daratan seluas 4789,82 km2.

Panjang Garis Pantai : -
Jumlah Pulau : -
Letak Geografis :

Kabupaten Lampung Tengah terletak di bagian tengah Provinsi Lampung.

Batas Wilayah :

- Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Utara
- Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Pesawaran
- Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro
- Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Tanggamus dan Lampung Barat

Batas Koordinat : Kabupaten Lampung Tengah terletak pada kedudukan 104º35’ bujur timur sampai 105º50” bujur timur dan 4º30’ lintang selatan sampai 4º15’ lintang selatan.
Topografi :

Berdasarkan topografinya Kabupaten Lampung Tengah dapat dibagi menjadi 5 (lima) bagian yaitu : 

  • Daerah Topografi Berbukit sampai Bergunung. Daerah ini terdapat di Kecamatan Selagai Lingga dengan ketinggian rata-rata 1.600 m. 
  • Daerah Topografi Berombak sampai Bergelombang. Ciri khusus daerah ini adalah terdapatnya bukit-bukit rendah yang dikelilingi dataran-dataran sempit, dengan kemiringan antara 8%-15% dan ketinggian antara 300 m-500 m dpl. 
  • Daerah Dataran Aluvial
  • Dataran ini sangat luas, meliputi Lampung Tengah sampai mendekati pantai timur, juga merupakan bagian hilir dari sungai-sungai besar seperti Way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggian daerah ini berkisar antara 25 m – 75 m dpl dengan kemiringan 0% - 3%.  
  • Daerah Rawa Pasang Surut
  • Daerah ini terletak di sebelah timur Kabupaten Lampung Tengah, mempunyai ketinggian antara 0,5 m – 1 m dpl.  
  • Daerah River Basin
    Kabupaten Lampung Tengah memiliki 2 dari 5 DAS di Provinsi Lampung
    yaitu sebagian besar adalah DAS Way Seputih dan sebagian kecil
    adalah DAS Way Sekampung di Kecamatan Selanggai Lingga

Keadaan lereng bervariasi, mulai datar, landai, miring, dan terjal, dengan penggelompokkan sebagai berikut :

  • Lereng 0-2%, terletak pada ketinggian 50 meter dpl yang hampir tersebar di seluruh wilayah (92,16%).
  • Lereng 2-15%, terletak pada ketinggian 50-100 meter dpl yang tersebar antara lain di Kecamatan Padang Ratu, dan Kalirejo.
  •  Lereng 15-40%, terletak pada ketinggian 100-500 meter dpl yang tersebar antara lain di Kecamatan Padang Ratu, dan Kalirejo.
  • Lereng diatas 40%, terletak pada ketinggian lebih dari 500 meter dpl yang tersebar hanya di Kecamatan Padang Ratu, dan Kalirejo. 
Penentuan Batas Wilayah :

-

Sebagaimana daerah tropis lainnya, Kabupaten Lampung Tengah hanya mengenal dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Iklim di Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan Smith dan Ferguson termasuk dalam kategori iklim A. Sebagian besar wilayah bagian timur dan utara Kabupaten Lampung Tengah merupakan daratan rendah yang mempunyai ketinggian berkisar antara 0 – 50 meter di atas permukaan laut (dpl), sedangkan pada wilayah bagian barat merupakan pegunungan dengan Kecamatan Pubian (Kampung Kota Batu) dengan ketinggian berkisar 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl) dan titik terendah berada di Kecamatan Bandar Surabaya (Kampung Cabang/Sadewa) yang ketinggiannya hanya 7 meter di atas permukaan laut. 

Wilayah dengan jumlah curah hujan tertinggi berada di wiayah utara sekitar Kecamatan Bandar Mataram dan Terusan Nunyai dengan curah hujan diatas rata-rata curah hujan tahunan, yaitu antara 180 – 260 mm/tahun. Curah hujan rendah atau dibawah rata-rata berada di sekitar Kecamatan Bekri, Padang Ratu, Bangunrejo, Kalirejo, dan Anak Tuha yang merupakan kawasan sentra perkebunan sawit di Kabupaten Lampung Tengah.  Kawasan TERBAGUS (Terbanggi, Bandar Jaya, Gunung Sugih) yang saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi juga memiliki jumlah hujan dibawah rata-rata, yaitu sekitar 80 – 100mm. 

Kabupaten Lampung Tengah termasuk beriklim tropis basah yang mendapat pengaruh dari angin musim (Monsoon Asia). Data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika Provinsi Lampung menunjukan bahwa temperatur Kabupaten Lampung Tengah dalam kurun waktu lima tahun terakhir berada pada kisaran 20 –28C dengan suhu rata-rata pertahun 26,30C. Temperatur udara di Kabupaten Lampung Tengah relatif stabil dan tidak pernah menunjukan perubahan yang ekstrim, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa kualitas lingkungan di Kabupaten Lampung Tengah masih cukup baik. Kelembapan udara rata-rata di wilayah ini bekisar 80 – 88 persen. 
 
Kabupaten Lampung Tengah  yang terletak di bawah garis khatulistiwa 5° Lintang Selatan beriklim Tropis-Humid dengan angin laut bertiup dari samudra Indonesia dengan kecepatan angin rata-rata 5,83 Km/Jam, memiki temperatur rata-rata berkisar antara 26° C - 28° C pada daerah dataran dengan ketinggian 3060 meter. Temperatur maksimum yang sangat jarang dialami adalah 33° C dan juga temperatur minimum 22° C.
 

-

-

-

Di Kabupaten Lampung Tengah terdapat aliran asam batuan gunung berapi yaitu Luffa Lampung yang hampir meliputi seluruh daerah Lampung Tengah dengan tanah Latosol dan Podsolik. Pada ketinggian 50 – 500 meter terdapat bahan Luffa Lampung yang semakin kebarat semakin tinggi letaknya, terdiri dari endapan Gunung Api (Plistosen). Di bagian utara wilayah ini terdapat formasi Palembang yang lebih didominasi oleh morfologi dataran rendah, sedangkan bagian barat daya fisiografinya menjadi daerah berbukit dan pegunungan karena masuk jalur Bukit Barisan. 

Di daerah Kecamatan Kalirejo dan Bangunrejo terdapat batuan Tasobosan, Granit Kapen dan batuan Metamorf Sakis (Pratersier). Di daerah ini mempunyai potensi sumber bahan galian batu Gamping. Di Kabupaten Lampung Tengah, endapan batuan didominasi oleh tuffs with purniceous dan Coarse grained clastic tuffaceous. 

Bagian utara Kabupaten Lampung Tengah lebih didominasi oleh endapan tuffs dengan  purniceous sedangkan bagian selatan lebih didominasi oleh Coarse grained clastic tuffaceous. Namun begitu formasi-formasi batuan lainnya tetap ada diantaranya yaitu: 

  1. Endapan pasir kwarsa, rawa dan alluivium
  2. Batuan Gunung Api Kuarter Muda dengan komposisi batuan breksi, lava dan andesit-basaltis
  3. Formasi Lampung. Formasi ini terdiri atas batautan tuff berbatuapung, batuan pasir tufan dan sisipan tufit yang berumur Plestocin. 
  4. Formasi Terbanggi yang menjadi dengan formasi Kasai. Komposisi batuan ini meliputi batuan pasir dengan sisipan batu lempung. 
  5. Formasi Kasai merupakan perselingan batu pasir tufaan dengan tuf batu apung, strukturnya yaitu silang siur, sisipan tipis lignis dan kayu terkesikan. 
  6. Formasi Gumai yang bermumur Miosen Awal-Tengah. Formasi ini tersusun oleh batuan serpih gamping, napal, batu lempung dan batu lanau. 
  7. Formasi Hulu Simpang. Susunan batuan ini terdiri atas batuan breksi gunung api, lava, tuf bersusunan andesitik basaltik terubah, berurat kuarsa dan mineral sulfida. 
  8. Formasi Talangakar yang berumur Oligosen dengan susunan breksi konglomerat, batupasir kuarsa, batupasir sisipan lignit/batubara dan batu gamping. 
  9. Formasi Komplek Gunung Asih dengan susunan batuan malihan seperti Sekis, Kuarsit, marmer, gneis dan perlit.  
  10. Batuan terobosan Mesoizoikum akhir.